Uso de cookies

La Silla Vacía usa Cookies para mejorar la experiencia de nuestros usuarios. Al continuar navegando acepta nuestra política.

listo

Solapas principales

stimuno untuk balita

PT Dexa Medica yang merupakan produsen stimuno untuk balita mendapat penghargaan Primaniyarta 2018 untuk kelompok Pembangunan Merk Global dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Penghargaan yang ke-3 kalinya ini diserahkan kepada produk dengan merk dagang BOSKA di Nigeria. Saat ini, BOSKA menjadi di antara market leader di Nigeria dengan penetrasi dan sebaran yang semakin luas. Penghargaan ini di berikan langsung Presiden Joko Widodo yang didampingi Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita untuk Director Dexa International Business Gracianti Soetikno pada acara pendahuluan Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 yang bertempat di Indonesia Convention Exhibition (ICE) di Tangerang. Director Dexa International Business Gracianti Soetikno menuliskan raihan penghargaaan ini semakin menegaskan komitemen perusahaan dalam menyokong program ekspor obat jadi ke mancanegara di empat benua. "Keberhasilannya BOSKA masuk pasar Nigeria diakibatkan oleh strategi marketing yang efektif, sebab kami tidak jarang kali melakukan penelitian untuk mengenali local insights dan budaya. Sehingga BOSKA menemukan pasar yang semakin besar,” kata Gracianti. Ia menabahkan, Dexa mengawali ekspor semenjak 1993 dan sudah melewati sekian banyak tahap pemantapan sampai-sampai produknya salah satunya stimuno untuk balita bisa diterima dan berkibar di pasar Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika. "Kedepanya, kami bakal terus mengembangkan pasar ekspor ke negara lain," tambah Gracianti. Selain mengerjakan ekspor obat-obatan berbahan baku kimia, Dexa Medica pun melakukan ekspor obat-obat canggih asli Indonesia (Indonesian Indigenous Modern Medicines) yang adalahhasil pekerjaan riset dan pengembangan menggunaan bahan alam pribumi Indonesia. “Pada ketika ini HerbaKOF dan produk FitoFarmaka STIMUNO Untuk Balita pun sudah diekspor ke sekian banyak negara di Asia laksana Singapura, Kamboja, Filipina dan Myanmar,” pungkas Gracianti.